Keberadaan pasar kalangan yang terletak di salah satu sudut
Desa Sidorahayu Kecamatan Plakat Tinggi menjadi tempat puluhan pedagang
menggelar dan menjejerkan barang, tanpa terkecuali Wati (50) wanita paruh baya
ini turut ambil bagian.
Saat dijumpai, Wati Nampak sibuk menyusun bungkus beberapa
Es Capucinno dan beberapa peralatan untuk membuat es. “Seperti inilah kesibukan
saya sebelum pasar dimulai, karena jika sudah siang biasanya pembeli akan
ramai,” katanya.
Wati menceritakan, kegiatannya berjualan seperti ini tidak
dilakukan setiap hari, hanya dilakukan pada moment-moment tertentu seperti saat
ada pasar kalangan di desanya ataupun desa tetangga, serta pada saat ada
acara-acara seperti pernikahan dan pesta rakyat yang jaraknya tidak terlalu
jauh.
“Jika ada pasar kalangan seperti ini jualan, karena jaraknya
dekat dengan desa kami. Namun jika jaraknya jauh saya tidak jualan,” ujar Wati.
Tak lama berselang, pengunjung pasar sudah mulai
berdatangan. Hampir semua kalangan masyarakat dating ke pasar, mulai ibu-ibu
hingga anak-anak. Tidak sedikit pula anak-anak melirik dan membeli es capucinno
dengan Wati.
Sembari melayani pembeli, Wati melanjutkan perbincangannya.
“Lumayanlah, dengan berjualan seperti ini saya bisa menambah penghasilan
keluarga. Harga es capucinno ini saya jual Rp 5 ribu rupiah seporsi. Sekali
jualan saya bisa mendapatkan penghasilan bersih sekitar Rp 40 ribu rupiah,”
terang Wati.
Menurut Wati, ada rasa bangga ketika hasil dari kerja
kerasnya bisa dinikmati oleh seluruh anggota keluarga, sehingga membuat dirinya
semakin bersemangat untuk menjalani usaha tersebut.
Rasa bangga pasti ada, apalagi hasil yang saya dapat tidak
saya nikmati sendiri melainkan dinikmati oleh seluruh anggota keluarga.
Ditambah lagi usaha ini saya jalani tanpa melalaikan tugas saya sebagai ibu
rumah tangga,” tutup Wati.
Ditulis dari:
Koran Harian Musi Banyuasin
Edisi Rabu, 18 Februari 2015
Ditulis dari:
Koran Harian Musi Banyuasin
Edisi Rabu, 18 Februari 2015
Tidak ada komentar:
Posting Komentar